Kalender Kegiatan

No events
October 2017
S M T W T F S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31 1 2 3 4

Login Pengguna

Beranda

Homili, Misa Minggu Pagi, 1 Desember 2013

MINGGU ADVEN I

Tema : Menjadi Wasit (atau Hakim) yang baik

Oleh  : Pastor P. Prilion MSF

 

Bacaan I : Yes 2:1-5

Bacaan II: Rom 13:11-14a

Bancaan Injil : Mat 24:37-44

 

Tema Natal adalah Datanglah Hai Raja Damai , sebelum menerima Raja Damai pertama tama kita harus menjadi hakim/wasit yang baik.

Ciri wasit adalah 1. Tahu aturan

                        2. Adil dan netral

Bayangkan jika wasit tinju hanya mengetahui tentang olahraga sepak takraw, maka apa yang akan terjadi dalam pertandingan tinju.

Kalau ingin menjadi wasit harus tahu aturannya tapi susahnya wasit /hakim kadang membolak balikkan fakta. Hitam bisa menjadi putih bahkan putih dijadikan hitam. Banyak wasit yang tahu aturan tapi tidak menjalankan sesuai aturan, sehingga tidak membawa sesuatu yang baik.

Menurut pengalaman pastor , ketika membawakan acara rekoleksi RS Dirgahayu, ketika para mahasiswa disuruh menuliskah 10 hal yang positif dan 10 hal yang negative dari diri pribadi sangatlah sulit. Karena menilai diri sendiri jauh lebih sulit. Maka sebelum menjadi wasit bagi orang lain, kita harus menjadi wasit bagi diri sendiri. Dan menjadi wasit / hakim bagi diri sendiri jauh sulit. Wasit yang baik harus membersihkan diri, tahu siapa diri kita bahwa kita tidak sempurna. Kita harus siap dan berjaga jaga dengan menjadi wasit yang baik bagi diri kita sendiri. Sesuai bacaan Injil, kita berjaga jaga terutama dalam masa adven adalah kesempatan untuk membersihkan diri.

Menurut bacaan II kita harus menjadi anak anak terang, kita harus hidup dalam terang, hidup di siang hari. Pencuri dan kejahatan lebih banyak terjadi pada malam hari, maka perbuatan jahat identik dengan kegelapan. Lupa akan hari, lupa ke gereja karena kesibukan , bisa terjadi karena kita tidak hidup sebagai anak siang hari bukanlah anak terang. Setelah kita bisa menjadi anak terang baru kita bisa melaksanakan apa yang tertulis di bacaan I yaitu menjadi wasit/hakim yang baik. Kalau hidup kita masih senang memprovokasi orang lain, maka kita tidaklah menjadi anak terang. 

Bacaan bacaan diatas menyiapkan diri kita agar Raja Damai masuk dalam hidup kita, sehingga kita  menjadi hakim yang terang, bagaimana kita dapat hidup dalam terang ? caranya dengan rajin ke gereja, mengaku dosa , ikut acara donor darah dsb.

Masa kurang lebih 4 minggu, mari kita gunakan untuk membersihkan diri dan hati kita sehingga NATAL kita mengenakan hati yang baru bukan hanya sekedar baju baru. Sehingga Sang Raja Damai boleh hadir dan kita menjadi wasit / hakim yang baik terutama bagi diri kita sendiri. Rahmat Allah memberkati kita semua Amin.

 (Homili dirangkum oleh Ibu Tri Era K)
 

Masa Adven

Pendahuluan

Begitu pentingnya peristiwa kelahiran Yesus Sang Putera, sehingga Gereja mempersiapkan umatnya untuk memperingatinya; dan masa persiapan ini dikenal dengan masa Adven. Kata “adven” sendiri berasal dari kata "adventus" dari bahasa Latin, yang artinya "kedatangan". Masa Adven yang kita kenal saat ini sebenarnya telah melalui perkembangan yang cukup panjang. Pada tahun 590, sinode di Macon, Gaul, menetapkan masa pertobatan dan persiapan kedatangan Kristus. Kita juga menemukan bukti dari homili Minggu ke-2 masa Adven dari St. Gregorius Agung (Masa kepausan 590-604). Dari Gelasian Sacramentary, kita dapat melihat adanya 5 minggu masa Adven, yang kemudian diubah menjadi 4 minggu oleh Paus Gregorius VII (1073-1085). Sampai sekarang, masa Adven ini dimulai dari hari Minggu terdekat dengan tanggal 30 November (hari raya St. Andreas) selama 4 minggu ke depan sampai kepada hari Natal pada tanggal 25 Desember.

Selengkapnya: Masa Adven
 

Homili Misa Sabtu Sore 23 Nov 2013

800x600

SANG RAJA

Homili Misa Sabtu sore, 23 November 2013 oleh Romo I. Warna Binarja, SJ

Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam

 Bacaan I :  2 Sam 5: 1 - 3

Bacaan II : Kol 1: 12 - 30

Bacaan Injil : Luk 23: 35 - 43

 

Kerap kali kita dengar istilah kerajaan Allah, dan Kristus adalah Raja dan sebagainya.  Sebenarnya yang mau diungkapkan di sana adalah daya kekuatan ilahi Kristus atas segala ciptaanNya ,baik manusia maupun ciptaan non manusia (binatang, tumbuhan, bebatuan, cairan, udara dan lain sebagainya).

Jadi, “raja” terutama dalam arti itu kekuatan yang sangat nyata namun penuh misteri bagaimana daya kekuatan ilahi Allah itu “kena” pada setiap ciptaanNya baik manusia maupun non manusia.  Dari situ, kita harus mulai dari sang sabda.  Pada dasarnya yang disebut dengan  sabda adalah sabda dari Bapa.  Maka, kalau misalnya seseorang mengatakan saya menghendaki ini, maka  sebenarnya kata ini berarti sabda yang keluar dari orang itu. Dan dengan sendirinya, kata yg keluar dari orang itu sangat bersatu dengan pribadi yang berkata/ mengatakannya.  Jadi, sabda itu sesungguhnya sama dengan seluruh isi hati  dari yang mengatakan atau yang bersabda. Dalam injil sangat kuat sekali bagaimana Yesus mengucapkan “bahwa Aku dan Bapa adalah satu”. Dengan demikian Yesus Kristus jauh melebihi dari nabi- nabi di dunia ini.  Kalau sabda itu dilihat dari orang yang bersabda , maka sabda itu keluar dari orang yg bersabda. Oleh karena itu Yesus Kristus  disebut sebagai sang sabda yg keluar dari Bapa. 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti kata “putra” berati “yang keluar dari”.  Maka, Allah Putra Yesus Kristus sungguh putra yang keluar dari Bapa.  Dalam hal itu, kita bisa melihat bahwa sesungguhnya Yesus dianugerahi  kekuasaan atas surga dan alam raya. Itulah makna sebenarnya bahwa Bapa bersatu dengan Yesus Kristus menguasai surga dan alam raya.

Kita perlu melihat bahwa sesungguhnya yang diciptakan oleh Bapa melalui sabda adalah tidak hanya orang kristiani tetapi semua manusia diciptakan oleh sang sabda dalam kesatuannya dengan Bapa dan Roh Kudus.  Dengan demikian, setiap manusia di bumi ini yang diciptakan oleh sang raja Kristus itu sungguh- sungguh sebagai gambar pribadi Allah (Kej 1:26-27).

Orang kristiani yg sudah dibaptis adalah manusia ciptaan Tuhan yang diciptakan segambar dengan pribadi Allah yg diangkat menjadi anak Allah seperti Yesus Kristus . Begitu juga dengan manusia yang tidak dibabtis juga merupakan gambar pribadi Allah yang tidak lepas dari kekuatan Kristus.

Maka nampaklah bahwa sang sabda adalah sungguh raja yang dayanya menyentuh semua orang dari segala zaman, dan di situ daya ilahi Allah dalam manusia-manusia itu selalu mendorong supaya manusia bersatu karena Tuhan menghendaki supaya semua orang selamat (1 Tim 2:4).  Dengan demikian, kita bisa melihat bahwa sesungguhnya Kristus itu memancarkan dayanya untuk menguruskan atau mengolah semua orang khususnya umat kristiani yg sudah dibaptis.

Itulah sebabnya mengapa gereja Katolik di dunia maupun di Indonesia menegaskan kita harus mempelopori  persaudaraan yang sejati antar umat khususnya yang percaya kepada Tuhan supaya orang banyak terpanggil dan dibentuk kekuatannya.

Cerita singkat, ada seorang romo di Surabaya yang berasal dari suatu keluarga yang dulunya non kristiani hingga pada akhirnya memutuskan untuk mengikut Kristus.  Ayah dari romo tersebut dulunya adalah orang yang sangat mendalami kitab suci agamanya, lalu ia sampai pada bagian mengenai Nabi Isa.  Kemudian, ia mulai bertanya- tanya mengenai Nabi Isa.  Pada suatu ketika, ia bertemu dengan seorang romo yang sedang berkunjung ke stasi.  Si ayah ini bertanya tentang Nabi Isa kepada romo tersebut.  Setelah ia menemukan jawaban mengenai Nabi Isa, si ayah tersebut memutuskan untuk mengikut Kristus . Pengalaman tersebut  merupakan contoh kecil tetapi nyata dalam kehidupan kita.

Semoga kita semua memperoleh iman yang kuat akan Yesus Kristus Tuhan kita yang sungguh adalah raja yang karena daya ilahi-Nya menyentuh semua ciptaan memelihara, mengurus,  mengembangkan, menyempurnakan semua ciptaanNya,baik manusia maupun non manusia (binatang, tumbuhan, batuan, cairan dan lain sebagainya). (Homili dirangkum Oleh Ibu Bernadeth Yulia)

 

Doa Untuk Umat dan Pembangunan Gereja

Gereja St. Theresia Balikpapan

Allah Bapa yang Mahakuasa, kami bersyukur atas segala rahmat yang Kau curahkan untuk seluruh umatMu khususnya di Paroki St. Theresia Balikpapan ini. Bantulah kami untuk hidup rukun bersatu padu, giat membangun dan takwa kepadaMu. Maka kami mohon, berilah umat paroki kami Roh Kesatuan supaya selalu sehati sejiwa dalam karya dan semoga kehidupan menjemaat di paroki kami sungguh-sungguh diliputi rasa persaudaraan. Curahkanlah Roh Kehidupan, supaya dengan semangat membara kami bangkit dari kelesuan dan giat memajukan paroki kami. Berilah kami semangat yang sama, agar kami bisa menyelesaikan pembangunan Gereja Paroki kami yang sudah kami mulai. Berkatilah seluruh panitia dan seluruh pekerja sehingga Gereja yang kami dambakan bisa cepat terwujud. Semua doa ini kami serahkan dengan perantaraan Yesus Kristus bersama Dikau dalam Roh Kudus yang berkuasa kini dan sepanjang masa.

Amin.

 

Homili Sabtu, 16 November 2013

Bacaan I Maleaki 4:1-2a
Bacaan II 2Tesalonika 3:7-12
Bacaan Injil Lukas 21:5-19


Homili dibawakan oleh Pastor Huvang MSF


Dikisahkan pada tahun 1888, penemu DINAMIT yang sangat terkenal yaitu ALBERT NOBLE.
Suatu hari Albert Noble membaca berita di surat kabar, dimana dalam surat kabar tersebut memuat berita tentang drinya. Adapun isi berita tersebut adalah bahwa penemu dinamit adalah seorang pembunuh maut, karenadengan satu ledakan bisa membunuh banyak orang.
Albert sangat sedih dengan berita tersebut, sehingga timbul keinginannya untuk merombak penilaian dunia tentang dirinya sebagai pembunuh. Ia mendirikan yayasan yang memberikan penghargaan kepada orang orang yang telah melakukan perbuatan perbuatan kemanusiaan dan penghargaan tersebut diberi nama NOBLE.
Sehingga orang orang akan mengingatnya apabila ada orang yang melakukan perbuatan kemanusiaan dan mendapat penghargaan tersebut.
Dalam bacaan injil disebutkan “ Sebab banyak orang akan datang dengan memakai namaKu dan berkata Akulah Dia, atau saatnya sudah dekat”
Padahal Tuhan Yesus sudah mengatakan bahwa tak aka nada satu orangpun tahu kapan hari itu akan datang, orang orang memunculkan cerita tentang hari kiamat hanya utuk membuat orang ketakutan . Ketakutan akan kematian timbul karena ketidaktahuan dan ketidakjelasan akan apa sebenarnya dibalik kematian.
Inti dari bacaan injil adalah:
Hal hal yang harus kita lakukan dalam menghadapi situasi diatas adalah :
1.    Rombak kehidupan menjadi lebih baik seperti halnya apa yang dilakukan Albert Noble.
2.    Membuat Rencana untuk menghadapi kematian dengan perbuatan baik.

 

Halaman 3 dari 3

Berlangganan Warta

Silakan masukkan Nama dan Email untuk berlangganan Warta dari website secara teratur.


Receive HTML?

Pengunjung

102145
Hari IniHari Ini1649
KemarinKemarin2182
Minggu IniMinggu Ini4886
Bulan IniBulan Ini39901
IP Anda : 54.81.131.189
Pengguna 0
Tamu 177
Sedang Aktif
-

Informasi Umum

Misa Mingguan

Sabtu 17:30
Minggu 08:00, 17:30

Misa Harian

Senin-Jumat 17:30

Alamat Surat
Paroki Santa Theresia Balikpapan
 
Jalan Prapatan RT 23 No 1A 
Telpon 0542-421952 
Balikpapan

Pastor Paroki:
P. Frans Huvang Hurang MSF

Pastor Rekan:
P. Krispinus Andy Hasti MSF
P. Yan Mangun, Pr.

Suara Umat
suaraumat@santatheresia.org