Kalender Kegiatan

No events
April 2020
S M T W T F S
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 1 2

Login Pengguna

Artikel

Santo Damian dari Molokai

Diterbitkan pada 12 Oktober 2009
Ditulis oleh Administrator

FatherDamienPada tanggal 11 Oktober 2009 ini Bapa Suci Benediktus XVI mengkanonisasi Pater Damian dari Molokai sebagai Santo Damian dari Molokai. Pengudusan Gereja akan hidup dan karya Pater Damian paripurna sudah setelah Paus Yohanes Paulus II sebelumnya menggelarinya Beato pada 4 Juni 1995.

Pater Damian adalah seorang misionaris Belgia di pulau Molokai, Hawai. Ia dihormati sebagai "rasul para penderita kusta". Ia lahir pada tanggal 3 Januari 1840 di Tremeloo, Belgia dan diberi nama Josef de Veuster. Sebagai anak seorang pedagang kaya raya, Josef dididik untuk menjadi pedagang seperti ayahnya. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Wechter dan pendidikan praktis di perkebunan keluarga di Ninde, ia dikirim ke sebuah Kolose di Braine-le-Comte, Belgia, untuk memahirkan ketrampilannya di bidang perdagangan.

Meski demikian, selama berada disana pada tahun 1858, ia memutuskan untuk menjadi imam. Orang tuanya mengabulkan permohonannya untuk memasuki Kongregasi Imam-imam Hati Kudus Yesus dan Maria (SS.CC), kongregasi saudara kandungnya August. Pada bulan Januari 1859, Yosef masuk novisiat dari serikat itu di Louvain, Belgia. Ia mengucapkan kaulnya pada tanggal 7 Oktober 1860 di rumah induk biara di Paris dan menerima nama biara: Damian. Semula ia hanya akan diterima sebagai bruder saja. Tetapi atas dorongan kakaknya August, yang sudah menjadi imam dalam serikat itu, Damian terus belajar bahasa Latin dan Yunani serta tekun belajar ilmu-ilmu lainnya. Ketekunannya meyakinkan atasan, sehingga ia diijinkan belajar filsafat di Paris dan kemudian kembali ke Leuven untuk belajar teologi.

Sementara Damian belajar, kakaknya yang segera berangkat ke kepulauan Hawai terserang penyakit tipus. Lalu Damian meminta untuk menggantikannya walaupun ia belum di tahbiskan menjadi imam. Pemimpin tertinggi serikat itu mengabulkan permohonannya dan pada tanggal 29 Oktober 1863, ia berangkat ke Hawai. Ia tiba disana pada 19 Maret 1864 dan pada tanggal 21 Mei 1864 ia ditabhiskan menjadi imam di gereja Katedral Bunda Perdamaian di Honolulu, Hawai. Sebagai imam baru, Damian ditugaskan untuk melayani umat di stasi Puna, Kohala dan Hamakua selama beberapa tahun. Selama bertugas disana, perhatiannya lebih diarahkan kepada kondisi para penderita kusta yang diisolasikan Kerajaan Hawaii di perkampungan Kalaupapa di pulau Molokai. Di daerah koloni yang secara geografis terpisah itu tidak ada seorang dokter dan imam yang tinggal menetap untuk melayani para penderita kusta itu. Karena itu, pater Damian mengajukan permohonan kepada Uskup untuk menjadi misionaris untuk para penderita Kusta di Molokai itu. Untuk itu, ia mempersiapkan diri secukupnya dalam hal ketrampilan merawat orang sakit, mulai dari membalut luka sampai memotong anggota badan yang membusuk.

Pater Damian tiba di perkampungan kusta itu pada tanggal 10 Mei 1873 di mana Uskup Maigret memperkenalkannya kepada 816 orang penderita kusta sebagai “seorang yang akan menjadi ayah bagi kalian, yang mencintaimu sedemikian besarnya hingga dia tidak ragu untuk menjadi salah satu dari kalian; hidup dan mati bersama kalian.” Disana ia giat mewartakan Injil dan mengajar agama, menghibur dan merawat orang-orang kusta bahkan mengubur mereka. Ia merintis pembangunan jalan raya, pipa air, rumah yatim piatu dan gereja-gereja. Ia berkarya disana dengan bantuan dua orang awam, juga satu kelompok suster-suster Fransiskan dari Syracuse, New York dan seorang pastor dari Belgia. Kehadiran Pater Damien sungguh menjadi titik balik dalam kehidupan di komunitas yang disingkirkan negerinya. Komunitas yang semula hidup tanpa adanya penegakan hukum, berubah menjadi lebih teratur dari sebelumnya, gubuk gubuk tinggal mereka diperbaiki dan menjadi rumah yang sederhana tapi nyaman dan sehat. Pertanian dan perkebunan diatur menjadi lebih baik.

Pater Damien menyadari resiko terbesarnya: tertular penyakit kusta itu sendiri. Dalam catatan hariannya di bulan Desember 1884, ia menulis bahwa ia tidak dapat merasakan suhu air hangat saat mencuci kakinya di malam hari karena ia sudah tertular kusta. Walaupun demikian Pater Damian tidak berhenti membangun rumah-rumah bagi para penderita kusta lain di pulau itu.

FatherdamiendeadDi saat-saat dengan tangan tergantung di dada, kaki terbebat dan jalan terseret, Pater Damian masih sanggup menyelesaikan banyak hal demi cintanya kepada komunitas penderita kusta ini. Hingga ia tak sanggup berjalan lagi dan harus menjalani rawat inap sepenuhnya pada tanggal 23 Maret 1889. Ia mengetahui saat akhirnya segera tiba. Pater Damian mengaku dosa dan memperbaharui kaulnya pada tanggal 30 Maret 1889. Keesokan harinya ia menerima komuni suci dan Sakramen Perminyakan Orang Sakit.

Setelah turut menanggung derita sakit selama 5 tahun, Pater Damian meninggal dunia pada pagi hari pukul 8:00 tanggal 15 April 1889 pada usia 49 tahun. Kurang lebih satu abad kemudian, yaitu pada tahun 1936, jenazah Pater Damian dipindahkan dari kuburnya di Molokai ke tanah airnya Belgia dan disemayankan di pekuburan nasional St. Yosef di Leuven.

Hingga kini Pater Damian merupakan seorang tokoh penting dalam sejarah Hawaii dan Gereja Katolik karena cinta dan dedikasinya bagi orang-orang yang dibuang. Patung untuk menghormatinya dibangun di muka Gedung Capitol Hawaii. Yayasan Damien dan Damien Centers didirikan untuk membantu para penderita HIV/AIDS. Sekolah-sekolah didirikan dengan namanya. Dalam Gereja Katolik, lambang yang melekat padanya adalah sebatang pohon dan seekor burung merpati. DI Indonesia, namanya diabadikan antara lain di gereja Beato Damian, Bengkong - Batam dan RS Lepra Beato Damian, Lewoleba, Lembata - NTT. (dikutip dari imankatolik.or.id dan wikipedia.org)

 

Bacaan lebih lanjut:

http://bijisesawi.com/2009/02/st-damien-de-veuster-dari-molokai/

http://via-veritas.com/12/

http://www.indossccpro.com/index.php/tokohinspiratif

http://en.wikipedia.org/wiki/Father_Damien

http://www.philomena.org/damien.asp

http://romancatholicvocations.blogspot.com/2009/02/blessed-damien-of-molokai-to-be.html

Share

Berlangganan Warta

Silakan masukkan Nama dan Email untuk berlangganan Warta dari website secara teratur.


Receive HTML?

Informasi Umum

Misa Mingguan

Sabtu 17:30
Minggu 08:00, 17:30

Misa Harian

Senin-Jumat 17:30

Alamat Surat
Paroki Santa Theresia Balikpapan
 
Jalan Prapatan RT 23 No 1A 
Telpon 0542-421952 
Balikpapan

Pastor Paroki:
P. Frans Huvang Hurang MSF

Pastor Rekan:
P. Krispinus Andy Hasti MSF
P. Yan Mangun, Pr.

Suara Umat
suaraumat@santatheresia.org